Sudah lama aku tidak memandang indah kedua bola matamu..
Sejak peristiwa yang menyakitkan perasaanmu karena ulahku,
kamu tidak lagi menghubungiku. Entah bagaimana kabarmu, bagaimana pekerjaanmu
dan bagaimana hidupmu tanpa hadirnya candaku?
Masih bolehkah aku memasukkanmu dalam pikiranku? Dan berharap
kamu memang selalu memelukku dalam doa seperti di tahun-tahun sebelumnya disaat
aku dan kamu masih dengan hati yang terikat. Aku bersalah. Ya, aku memang
bersalah telah melewatkanmu dan membiarkanmu pergi begitu saja.
Semoga kamu selalu berada dalam kebahagiaan, walaupun alasan
kebahagiaanmu bukan karena aku.