Rabu, 15 Februari 2017

Diammu (bisa jadi) Adalah Bahagiamu

Terima kasih untuk selalu hadir dalam pikiranku dan kehidupanku, walaupun aku tahu sebenarnya kamu sudah tidak lagi mau hadir. Sakit ya? akupun merasakan kesakitan yang sama. Mencintai seseorang dalam diam dan tidak bisa lagi melakukan apapun. Dan keadaan inilah yang sama-sama kita lakukan dalam lingkungan yang berbeda. 
Jika diammu adalah bahagiamu, aku rela selalu melihatmu terdiam setiap kali mataku dan matamu saling bertemu, karena aku tahu itulah caramu berbahagia dan perlahan mulai membiarkanku pergi.

Teruntuk lelaki yang tetap kupeluk dalam doa.

Selasa, 06 Desember 2016

Untuk Dirimu yang Pernah Memelukku dalam Doa

Sudah lama aku tidak memandang indah kedua bola matamu..
Sejak peristiwa yang menyakitkan perasaanmu karena ulahku, kamu tidak lagi menghubungiku. Entah bagaimana kabarmu, bagaimana pekerjaanmu dan bagaimana hidupmu tanpa hadirnya candaku?
Masih bolehkah aku memasukkanmu dalam pikiranku? Dan berharap kamu memang selalu memelukku dalam doa seperti di tahun-tahun sebelumnya disaat aku dan kamu masih dengan hati yang terikat. Aku bersalah. Ya, aku memang bersalah telah melewatkanmu dan membiarkanmu pergi begitu saja.

Semoga kamu selalu berada dalam kebahagiaan, walaupun alasan kebahagiaanmu bukan karena aku.