Terima kasih untuk selalu hadir dalam pikiranku dan kehidupanku, walaupun aku tahu sebenarnya kamu sudah tidak lagi mau hadir. Sakit ya? akupun merasakan kesakitan yang sama. Mencintai seseorang dalam diam dan tidak bisa lagi melakukan apapun. Dan keadaan inilah yang sama-sama kita lakukan dalam lingkungan yang berbeda.
Jika diammu adalah bahagiamu, aku rela selalu melihatmu terdiam setiap kali mataku dan matamu saling bertemu, karena aku tahu itulah caramu berbahagia dan perlahan mulai membiarkanku pergi.
Teruntuk lelaki yang tetap kupeluk dalam doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar